Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Definisi Kesehatan Pariwisata

Ini Yang Disiapkan Kemenpar Untuk Sukseskan Pariwisata Kesehatan Indonesia Kabar24 Bisnis Com
Ini Yang Disiapkan Kemenpar Untuk Sukseskan Pariwisata Kesehatan Indonesia Kabar24 Bisnis Com

Pengertian Tempat Wisata Menurut Para Ahli Wisata Tour
Pengertian Tempat Wisata Menurut Para Ahli Wisata Tour

Pengantar Pariwisata Chapter 1 Introduction To Tourism Definisi Dan Sejarah Pariwisata Ppt Download
Pengantar Pariwisata Chapter 1 Introduction To Tourism Definisi Dan Sejarah Pariwisata Ppt Download

Pengantar Pariwisata Chapter 1 Introduction To Tourism Definisi Dan Sejarah Pariwisata Ppt Download

Definisi Pariwisata Menurut Para Cendekiawan Ulya Days
Definisi Pariwisata Menurut Para Cendekiawan Ulya Days

Doc Kesehatan Pariwisata Maria Asuat Academia Edu
Doc Kesehatan Pariwisata Maria Asuat Academia Edu

Kesehatan Dalam Pariwisata Kesehatan
Kesehatan Dalam Pariwisata Kesehatan

Peranan Kesehatan Masyarakat Dalam Kesehatan Pariwisata
Peranan Kesehatan Masyarakat Dalam Kesehatan Pariwisata

Pdf Pengembangan Pariwisata Yang Berkelanjutan Melalui Ekowisata
Pdf Pengembangan Pariwisata Yang Berkelanjutan Melalui Ekowisata

Mengintip Tren Wisata Kesehatan Yang Sedang Naik Daun
Mengintip Tren Wisata Kesehatan Yang Sedang Naik Daun

Doc Konsep Keperawatan Pariwisata Irma Riyanti Academia Edu
Doc Konsep Keperawatan Pariwisata Irma Riyanti Academia Edu

Perencanaan Sistem Ikakom Blok 2 20192020 Pspd Fkk
Perencanaan Sistem Ikakom Blok 2 20192020 Pspd Fkk


thumbnail

Kulit Pinang Obat Herbal yang dapat Menyembuhkan Demam, Bagaimana Caranya??

Manfaat Kulit Pinang Bagi Kesehatan


Pinang merupakan buah yang sangat dikagumi oleh pecinta makanan tradisional yang mencintai makanan atau minuman herbal. Bagi para pecinta pinang akan membuat dan merakitnya menjadi juice atau makanan dan minuman lain di berbagai belahan dunia.

Pinang di Indonesia sudah lama di ekspor ke luar negeri untuk bahan makanan atau bahan yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Banyak pengusaha yang berhasil meraih keuntungan dalam bisnis ekspor pinang di negeri kita. Pinang sangat diminati oleh banyak kalangan di luar negeri.
Selain pinang, kulit pinang sekarang juga menjadi alternatif obat tradisional untuk menyembuhkan demam yang tiba-tiba datang pada anak-anak ataupun orang dewasa. Bagaimana cara merakitnya agar kulit pinang menjadi obat herbal penurun panas sekaligus menjadi penyembuh demam. Yuk ikuti tips dan cara mengolah kulit pinang menjdi obat herbal penurun panas demam.

Bagaimana Cara Membuat Obat Demam dengan Kulit Pinang?

Berawal dari sebuah kisah perjalanan hidup saya sebagai seorang santri di Pondok Pesantren Darul Falah Jeunieb Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireun Provinsi Aceh. Penulis saat itu memiliki seorang kawan karib yang pada suatu tengah malam sakit demam. Badannya panas dan tidak mengeluarkan keringat, badannya merinding dan bergetar. Karena saya sekamar atau sebilik dengan kawan sakit, saya terkejut dan memanggil seorang mantri yang dekat dengan pemondokan kami. Alangkah sedihnya saya, kalau mantri sedang piket di sebuah rumah sakit.

Karena pada masa itu Aceh sedang dilanda konflik, maka saya tak dapat memanggil dokter lain yang jauh dari pemondokan kami. Namun, pada saat itu saya teringat akan sebuah pesan dari nenek saya yang mengatakan bahwa kulit pinang menjadi alternatif obat herbal penurun panas.


Pada saat itu saya bergegas mengambil bahan-bahan yang memang sangat mudah kami dapatkan di pemondokan kami. Bahan-bahan tersebut antara lain:

Minyak Kelapa atau minyak goreng 4 sendok makan
Bawang merah satu siung (satu butir kecil)
Minyak Tanah satu sendok teh
Kulit Pinang yang masak atau sudah menguning

Kemudian semua bahan tersebut saya campur dan saya tumbuk tumbuk dengan batu di dalam tempurung. Setelah semua bahan yang saya sebutkan bercampur hingga rata, kemudian saya saring dengan kain, dan saya mengambil cairan hasil saringan.

Bagaimana cara Menggunakan Obat Hebal Kulit Pinang

Hasil cairan itu saya gosokkan pada badan kawan saya yang sedang demam. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian saya selimuti dia dengan selimut yang agak tebal agar keringatnya keluar. Dalam setengah jam saya melihat keringatnya mulai membasahi selimutnya. Kemudian saya tidur pada pukul sekitar 04.00 Wib karena lelah mengurus ikhwan saya. Dan saya terus terlelap dalam mimpi saya tanpa menghiraukan kawan saya lagi yang sedang sakit.

Cairan Ampuh Kulit Pinang

Ketika subuh datang saya terjaga dan langsung melihat kawan saya yang sakit tidak ada lagi di peraduannya. Terus saya mencari dan terus mencari karena saya khawatir teman saya sedang sakit. Dan saya menanyakan kepada para santri yang sedang ada di luar kamar. Hei ada kalian melihat kawan Saya? Mereka menjawab: Kawan kamu sedang mandi di sumur seberang!




Dan saya pun mendatangi sumur itu dan melihatnya sedang mandi. Alhamdulillah kawan saya sudah sembuh dari penyakitnya hanya sekitar dua jam dengan kulit pinang yang saya gosok pada badannya.

Sampai sekarang kawan saya masih ingat saat-saat dimana saya menggosokkan kulit pinang pada badannya ketika itu. Nah, hanya ini yang bisa saya berikan kepada kawan-kawan lain dimanapun kawan-kawan berada. Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu kawan-kawan bila ada kawan yang sakit demam. Semoga tulisan ini diberikan berkah

Jangan lupa bagikan tulisan ini melalui media yang anda punya
Baca Juga >>> Konsep Makanan Bergizi Bagi Balita
thumbnail

Penularan Penyakit Kusta dan Cara Mengobatinya


Cara penularan penyakit kusta

Meski pun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas penularan didalam rumah tanggan kontak/hubungan dekat dalamwaktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan.Berjuta-juta basil yang dikeluarkan melalui lendir hidung pada penderita kusta pausibasilar yang tidak diobati , dan basil terbukti dapat selama 7 hari pada lendir hidung yang kering.


Ulkus kulit pada penderita kusta pausibasilar dapat menjadi sumber  penyebar basil.Organisme kemungkinan masuk melalui saluran pernafasan atas dan jugamelalui kulit yang terluka.Pada kasus anak-anak dibawah umur 1 tahun, penularannya diduga melalui plasenta. Masa tunas sangat bervariasi antara 40 tahun, umumnya 3-5 tahun.Dua pintu keluar dari mycobakterium leprae dari tubuh manusia diperkirakan adalah kulit dan mukosa hidung.Telah dibuktikan bahwa kasus pausibasilar menunjukakn adanya sejumlah organisme didermis kulit.

Timbulnya penyakit bagi seseorang tidak mudah,dan tidak perlu ditakuti tergantung dari beberapa faktor antara lain:

Faktor sumber penularan Penyakit Kusta

Sumber penularan adalah penderita penyakit  kusta tipe  multibasilar.

Faktor kuman kusta
kuman kusta dapat hidup diluar tubuh manusia antara 1-9 hari tergantung pada suhu atau cuaca , dan diketaui hanya kuman utuh saja yang dapat menimbulan penularan.
Faktor daya tahan tubuh
sebagian besar manusia kebal terhadap penyakit kusta

Diagnosis Penyakit Kusta

Secara umum diagnosis kusta ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, bakterioskopik dan histopalogik. WHO menganjurkan pemeriksaan klinis untuk memudahkan pelaksanaan dilapangan, dan membagikannya menjadi tipe pausibasilar ( PB ) dan multibasilar (MB).

Dibuat diagnosis tipe PB bila didapatkan lesi kurang dari 5 buah dengan 1 gangguan saraf tepi. Sedangkan tipe MB bila didapatkan lebih dari 5 lesi, dengan gangguan saraf tepi lebih dari 1 cabang saraf.

Pemeriksaan bakterioskopik.

Pemeriksaan BTA dapat dilakukan dengan kerokan jaringan kulit, hembusan nafas hidung, atau usapan dan kerokan mukosa hidung.

Pemeriksaan histopatologik

Bila pemeriksaan bakteroskopik memberikan hasil negative, sedangkan klinis masih meragukan, maka pemeriksaan penunjang dilakukan dengan biopsy dan pemeriksaan histopatologik. Keuntungan pemeriksaan ini ialah dapat terlihat  perubahan histologik penyakit kusta tahap awal, pada saat gambaran klinis belum jelas benar.

Pemeriksaan serologic


Pemeriksaan serologic kusta  didasarkan atas terbentuknya anti body pada seseorang yang telah terinfeksi basil kusta. Pemeriksaan ini sangat bermanfaat, khususnya pada kasus subklinis.
Pemeriksaan serologic yang sering digunakan ialah :

Uji MLPA ( Mycobacterium posticle agglutination )
Uji ELISA (Enzime Linked immune – sorbent assay ).

Pengobatan Penyakit Kusta

Pengobatan penyakit kusta dilakukan dengan dapson sejak tahun 1952 diindonesia,memperhatikan hasil yang cukup memuaskan, hanya saja pengobatan  monoterapi  sering mengakibatkan timbul masalah resistensi, hal ini disebabkan oleh karena:

Dosis rendah pengobatan yang tidak teratur dan terputus akibat dari lepra reaksi.
Waktu makan obat sangat lama sehingga membosankan akibatnya penderita makan obat tidak teratur.

Selain penggunaan DDS(Diamino difenil sulfon) pengobatan penderita kusta dapat menggunakan lamprine, rifamfisin, prednison, sulfat feros dan vitamin A (untuk menyehatkan kulit yang bersisik).Setelah penderita menyelesaikan pengobatan MDT sesuai dengan peraturan maka ia akan menyatakan  RFT (Relasif from Treatment), yang berarti tidak perlu lagi makan obat MDT dan dianggap sudah sembuh.
thumbnail

Konsep Menu Makanan Bergizi Bagi Balita


Dalam proses tumbuh kembang, anak memiliki kebutuhan yang harus terpenuhi, kebutuhan tersebut yakni:

Kebutuhan akan gizi Balita

Usia balita adalah periode penting dalam proses tubuh kembang anak yang merupakan masa pertumbuhan dasar anak. Pada usia ini, perkembangan kemampuan berbahasa, berkreativitas, kesadaran social, emosional dan inteligensi anak berjalan sangat cepat. Pemenuhan kebutuhan gizi dalam rangka menopang tumbuh kembang fisik dan biologis balita perlu diberikan secara tepat dan berimbang. Tepat berarti makanan yang diberikan mengandung zat-zat gizi yang sesuai kebutuhannya, berdasarkan tingkat usia. Berimbang berarti komposisi zat-zat gizinya menunjang proses tumbuh kembang sesuai usianya. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi secara baik, perkembangan otaknya akan berlangsung optimal. Keterampilan fisiknya pun akan berkembang sebagai dampak perkembangan bagian otak yang mengatur sistem sensorik dan motoriknya.

Pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis yang baik, akan berJdampak pada sistem imunitas tubuhnya sehingga daya tahan tubuhnya akan terjaga dengan baik dan tidak mudah terserang penyakit.

Kebutuhan emosi dan kasih sayang (asih)



Kebutuhan ini meliputi upaya orang tua mengekspresikan perhatian dan kasih sayang, serta perlindungan yang aman dan nyaman kepada si anak. Orang tua perlu menghargai segala keunikan dan potensi yang ada pada anak. Pemenuhan yang tepat atas kebutuhan emosi atau kasih sayang akan menjadikan anak tumbuh cerdas secara emosi, terutama dalam kemampuannya membina hubungan yang hangat dengan orang lain. Orang tua harus menempatkan diri sebagai teladan yang baik bagi anak-anaknya. Melalui keteladanan tersebut anak lebih mudah meniru unsur-unsur positif, jauhi kebiasaan memberi hukuman pada anak sepanjang hal tersebut dapat diarahkan melalui metode pendekatan berlandaskan kasih sayang.

Kebutuhan stimulasi dini (asah) 

Stimulasi dini merupakan kegiatan orangtua memberikan rangsangan tertentu pada anak sedini mungkin. Bahkan hal ini dianjurkan ketika anak masih dalam kandungan dengan tujuan agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan optimal. Stimulasi dini meliputi kegiatan merangsang melalui sentuhan-sentuhan lembut secara bervariasi dan berkelanjutan, kegiatan mengajari anak berkomunikasi, mengenal objek warna, mengenal huruf dan angka. 


Selain itu, stimulasi dini dapat mendorong munculnya pikiran dan emosi positif, kemandirian, kreativitas dan lain-lain. Pemenuhan kebutuhan stimulasi dini secara baik dan benar dapat merangsang kecerdasan majemuk (multiple intelligences) anak. Kecerdasan majemuk ini meliputi, kecerdasan linguistic, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musical, kecerdasan intrapribadi (intrapersonal), kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan naturalis.


Makanan bergizi adalah bahan makanan yang dikonsumsi dalam satu hari yang beraneka ragam dan mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makanan bergizi merupakan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dan berfungsi dalam mengatur kesehatan tubuh. 

Pola makan (dietary pattern) adalah cara seseorang atau sekelompok orang dalam memilih pangan dan makanannya serta mengkonsumsinya sebagai tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi, budaya dan sosial”. Pola makan dinamakan pula kebiasaan makan, kebiasaan pangan atau pola pangan.

Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2004:125). Pola menu seimbang adalah pengaturan makanan yang sehat dengan susunan hidangan menu sesuai dengan kebutuhan gizi esensial dalam jumlah yang ideal serta disesuaikan dengan daya toleran si anak. Dengan kata lain menu seimbang adalah menu yang kebutuhan gizinya sudah disesuaikan dengan golongan usia balita. 

Ciri khas pola menu di Indonesia ialah Empat Sehat Lima Sempurna yaitu menu lengkap terdiri dari nasi atau makanan pokok, lauk, sayur, buah dan agar menjadi sempurna ditambahkan dengan susu.
thumbnail

MENGENAL MENU DAN MAKANAN BALITA YANG BAIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


PENGERTIAN MENU BALITA

Menu balita merupakan makanan yang disediakan bagi pertumbuhan balita (Suhardjo, 2003:26). Pada dasarnya makanan bagi balita harus bersifat lengkap artinya kualitas dari makanan harus baik dan kuantitas makanan pun harus cukup, dan bergizi artinya makanan mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan.

Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan baik adalah harapan setiap orangtua. Di usia balita, proses pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi secara pesat dan tidak akan pernah terulang. Keberhasilan proses pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh asupan gizi yang seimbang semasa balita.

Uripi (2007:26), pengertian menu adalah susunan hidangan, yang terdiri dari satu atau beberapa macam hidangan yang disajikan untuk seseorang atau sekelompok orang pada waktu makan pagi, makan siang, makan malam atau makanan selingan. Sedangkan menurut Moehyi (2003:36), Kata menu berarti hidangan makanan yang disajikan pada suatu acara makan, baik makan siang maupun makan malam.

Maka pengertian menu balita adalah susunan hidangan, yang terdiri dari satu atau beberapa macam hidangan yang disajikan untuk anak yang umurnya dibawah lima tahun pada waktu makan pagi, makan siang, makan malam atau makanan selingan.

MENGENAL MENU BALITA

Menu dapat disusun untuk lebih dari satu kali acara makan, misalnya untuk satu hari yang terdiri dari makan pagi, makan siang, makan malamserta makanan selingan. Menu dapat disusun untuk jangka waktu yang lama,misalnya selama tujuh atau sepuluh hari. Menu yang disusun dalam jangka waktu tertentu disebut master menu.

Suhardjo (2003:27) mengatakan bahwa: 1. Pada periode ini dibutuhkan penambahan konsumsi zat pembangun karena tubuh anak sedang berkembang pesat. 2. Bertambahnya aktivitas membutuhkan penambahan bahan makanan sebagai sumber energi.




Oleh sebab itu untuk perkembangan mentalnya anak membutuhkan lebih banyak lagi zat pembangun terutama untuk pertumbuhan jaringan otak yang mempengaruhi kecerdasan walaupun tak secara signifikan.  Pengetahuan gizi seseorang untuk balita merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi pangan dan status gizinya balita.

Menurut karakteristik, balita terbagi dalam dua kategori yaitu anak usia 1 – 3 tahun (batita) dan anak usia prasekolah (Uripi, 2004). Anak usia 1-3 tahun merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya. Laju pertumbuhan masa batita lebih besar dari masa usia pra-sekolah sehingga diperlukan jumlah makanan yang relatif besar. Namun perut yang masih lebih kecil menyebabkan jumlah makanan yang mampu diterimanya dalam sekali makan lebih kecil dari anak yang usianya lebih besar. 

Oleh karena itu, pola makan yang diberikan adalah porsi kecil dengan frekuensi sering Pada usia pra-sekolah anak menjadi konsumen aktif. Mereka sudah dapat memilih makanan yang disukainya. Pada usia ini anak mulai bergaul dengan lingkungannya atau bersekolah playgroup sehingga anak mengalami beberapa perubahan dalam perilaku. Pada masa ini anak akan mencapai fase gemar memprotes sehingga mereka akan mengatakan “tidak” terhadap setiap ajakan. Pada masa ini berat badan anak cenderung mengalami penurunan, akibat dari aktivitas yang mulai banyak dan pemilihan maupun penolakan terhadap makanan. 

Diperkirakan pula bahwa anak perempuan relative lebih banyak mengalami gangguan status gizi bila dibandingkan dengan anak laki-laki. Secara umum tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda, namun prosesnya senantiasa melalui dua pola yang sama, yakni:


Pertumbuhan dimulai dari tubuh bagian atas menuju bagian bawah (sefalokaudal).

Pertumbuhannya dimulai dari kepala hingga ke ujung kaki, anak akan berusaha menegakkan tubuhnya, lalu dilanjutkan belajar menggunakan kakinya.

Perkembangan dimulai dari batang tubuh ke arah luar.

Contohnya adalah anak akan lebih dulu menguasai penggunaan telapak tangan untuk menggenggam, sebelum ia mampu meraih benda dengan jemarinya.

Setelah dua pola di atas dikuasai, barulah anak belajar mengeksplorasi keterampilan-keterampilan lain. Seperti melempar, menendang, berlari dan lain-lain.  Pertumbuhan pada bayi dan balita merupakan gejala kuantitatif. Pada konteks ini, berlangsung perubahan ukuran dan jumlah sel, serta jaringan intraseluler pada tubuh anak. Dengan kata lain, berlangsung proses multiplikasi organ tubuh anak, disertai penambahan ukuran-ukuran tubuhnya.


Cara mudah mengetahui baik tidaknya pertumbuhan bayi dan balita adalah dengan mengamati grafik pertambahan berat dan tinggi badan yang terdapat pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Dengan bertambahnya usia anak, harusnya bertambah pula berat dan tinggi badannya. Cara lainnya yaitu dengan pemantauan status gizi. Pemantauan status gizi pada bayi dan balita telah dibuatkan standarisasinya oleh Harvard University dan Wolanski. Penggunaan standar tersebut di Indonesia telah dimodifikasi agar sesuai untuk kasus anak Indonesia.

Perkembangan pada masa balita merupakan gejala kualitatif, artinya pada diri balita berlangsung proses peningkatan dan pematangan (maturasi) kemampuan personal dan kemampuan sosial.  Kemampuan personal ditandai pendayagunaan segenap fungsi alat-alat pengindraan dan sistem organ tubuh lain yang dimilikinya.

BACA JUGA ARTIKEL BERKAITAN
mengenal balita dengan baik
thumbnail

MENGENAL BALITA DENGAN BAIK



APA ITU BALITA

Balita atau anak bawah umur lima tahun adalah anak usia kurang dari lima tahun sehingga bagi usia di bawah satu tahun juga termasuk dalam golongan ini (Uripi, 2004:14). Namun kerja alat tubuh semestinya bagi usia di bawah satu tahun berbeda dengan anak usia di atas satu tahun, maka anak di bawah satu tahun tidak termasuk ke dalam golongan yang dikatakan balita.

“Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun” (Muaris.H, 2006).  Anak usia 1-5 tahun dapat pula dikatakan mulai disapih atau selepas menyusu sampai dengan pra-sekolah. Sesuai dengan pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasannya, kerja alat tubuhnya juga mengalami perkembangan sehingga jenis makanan dan cara pemberiannya pun harus disesuaikan dengan keadaannya.

Berdasarkan karakteristiknya balita usia 1-5 tahun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu anak yang berumur 1-3 tahun yang dikenal dengan Balita merupakan konsumen pasif. Sedangkan usia prasekolah lebih dikenal sebagai konsumen aktif (Uripi, 2004:14).

Balita merupakan anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan yakni pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun dimana umur 5 bulan BB naik 2x BB lahir dan 3x BB lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4x pada umur 2 tahun. Pertumbuhan mulai lambat pada masa pra sekolah kenaikan BB kurang lebih 2 kg/ tahun, kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir. (Soetjiningsih, 2001:69)

Balita merupakan istilah yang berasal dari kependekan kata bawah lima tahun. Istilah ini cukup populer dalam program kesehatan. Balita merupakan kelompok usia tersendiri yang menjadi sasaran program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di lingkup Dinas Kesehatan. Balita merupakan masa pertumbuhan tubuh dan otak yang sangat pesat dalam pencapaian keoptimalan fungsinya. 

Periode tumbuh kembang anak adalah masa balita, karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan kemampuan berbahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.
Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai balita, merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari satu sampai dengan lima tahun, atau bisa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 12-60 bulan.

Anak usia 1-3 tahun merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya. Laju pertumbuhan masa batita lebih besar dari masa usia pra-sekolah sehingga diperlukan jumlah makanan yang relatif besar. Namun perut yang masih lebih kecil menyebabkan jumlah makanan yang mampu diterimanya dalam sekali makan lebih kecil dari anak yang usianya lebih besar. Oleh karena itu, pola makan yang diberikan adalah porsi kecil dengan frekuensi sering.

Pada usia pra-sekolah anak menjadi konsumen aktif. Mereka sudah dapat memilih makanan yang disukainya. Pada usia ini anak mulai bergaul dengan lingkungannya atau bersekolah Play Group sehingga anak mengalami beberapa perubahan dalam perilaku. Pada masa ini anak akan mencapai fase gemar memprotes sehingga mereka akan mengatakan “tidak” terhadap setiap ajakan.

Karakteristik anak pra-sekolah ini mencakup perkembangan fisik dan kemampuan motorik serta emosional anak (Uripi, 2004:15). Perkembangan fisik yaitu hasil tumbuh kembang fisik adalah bertumbuh besarnya ukuran-ukuran antropometrik dan gejala/tanda lain pada rambut, gigi-geligi, otot, serta jaringan lemak, darah, dan lainnya. Sedangkan kemampuan motorik dan emosional anak mencakup sikap anak dalam lingkungan, gerakan anggota badan, serta kemampuan intelektual anak seperti menyebutkan nama atau bercerita lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa balita adalah istilah umum bagi anak usia 1-3 tahun (batita) dan anak prasekolah (3-5 tahun). Saat usia balita, anak masih tergantung penuh kepada orang tua untuk melakukan kegiatan penting, seperti mandi, buang air dan makan. Perkembangan berbicara dan berjalan sudah bertambah baik. Namun kemampuan lain masih terbatas.

Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya. Masa tumbuh kembang di usia ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, karena itu sering disebut golden age atau masa keemasan.

baca juga;
mengenal makanan balita dengan baik
thumbnail

Ciri khas pola menu di Indonesia ialah Empat Sehat Lima Sempurna



Ciri-ciri Menu Balita di Indonesia

Dalam proses tumbuh kembang, anak memiliki kebutuhan yang harus terpenuhi, kebutuhan tersebut yakni:

Kebutuhan akan gizi Balita

Usia balita adalah periode penting dalam proses tubuh kembang anak yang merupakan masa pertumbuhan dasar anak. Pada usia ini, perkembangan kemampuan berbahasa, berkreativitas, kesadaran social, emosional dan inteligensi anak berjalan sangat cepat. Pemenuhan kebutuhan gizi dalam rangka menopang tumbuh kembang fisik dan biologis balita perlu diberikan secara tepat dan berimbang. Tepat berarti makanan yang diberikan mengandung zat-zat gizi yang sesuai kebutuhannya, berdasarkan tingkat usia. Berimbang berarti komposisi zat-zat gizinya menunjang proses tumbuh kembang sesuai usianya. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi secara baik, perkembangan otaknya akan berlangsung optimal. Keterampilan fisiknya pun akan berkembang sebagai dampak perkembangan bagian otak yang mengatur sistem sensorik dan motoriknya.


Pemenuhan kebutuhan fisik atau biologis yang baik, akan berJdampak pada sistem imunitas tubuhnya sehingga daya tahan tubuhnya akan terjaga dengan baik dan tidak mudah terserang penyakit.

Kebutuhan emosi dan kasih sayang (asih) bagi Balita


Kebutuhan ini meliputi upaya orang tua mengekspresikan perhatian dan kasih sayang, serta perlindungan yang aman dan nyaman kepada si anak. Orang tua perlu menghargai segala keunikan dan potensi yang ada pada anak. Pemenuhan yang tepat atas kebutuhan emosi atau kasih sayang akan menjadikan anak tumbuh cerdas secara emosi, terutama dalam kemampuannya membina hubungan yang hangat dengan orang lain. Orang tua harus menempatkan diri sebagai teladan yang baik bagi anak-anaknya. Melalui keteladanan tersebut anak lebih mudah meniru unsur-unsur positif, jauhi kebiasaan memberi hukuman pada anak sepanjang hal tersebut dapat diarahkan melalui metode pendekatan berlandaskan kasih sayang.

Kebutuhan stimulasi dini (asah) Bagi Balita

Stimulasi dini merupakan kegiatan orangtua memberikan rangsangan tertentu pada anak sedini mungkin. Bahkan hal ini dianjurkan ketika anak masih dalam kandungan dengan tujuan agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan optimal. Stimulasi dini meliputi kegiatan merangsang melalui sentuhan-sentuhan lembut secara bervariasi dan berkelanjutan, kegiatan mengajari anak berkomunikasi, mengenal objek warna, mengenal huruf dan angka. 

Selain itu, stimulasi dini dapat mendorong munculnya pikiran dan emosi positif, kemandirian, kreativitas dan lain-lain. Pemenuhan kebutuhan stimulasi dini secara baik dan benar dapat merangsang kecerdasan majemuk (multiple intelligences) anak. Kecerdasan majemuk ini meliputi, kecerdasan linguistic, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musical, kecerdasan intrapribadi (intrapersonal), kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan naturalis.

Makanan bergizi adalah bahan makanan yang dikonsumsi dalam satu hari yang beraneka ragam dan mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur sesuai dengan kebutuhan tubuh (Depkes, 2006:28). Makanan bergizi merupakan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dan berfungsi dalam mengatur kesehatan tubuh.

Menurut Muttaqin (2008:42) "Pola makan (dietary pattern) adalah cara seseorang atau sekelompok orang dalam memilih pangan dan makanannya serta mengkonsumsinya sebagai tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi, budaya dan sosial”. Pola makan dinamakan pula kebiasaan makan, kebiasaan pangan atau pola pangan.

Menu seimbang bagi balita



Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2004:125). Pola menu seimbang adalah pengaturan makanan yang sehat dengan susunan hidangan menu sesuai dengan kebutuhan gizi esensial dalam jumlah yang ideal serta disesuaikan dengan daya toleran si anak. Dengan kata lain menu seimbang adalah menu yang kebutuhan gizinya sudah disesuaikan dengan golongan usia balita.

Ciri Khas Menu Balita Indonesia

Ciri khas pola menu di Indonesia ialah Empat Sehat Lima Sempurna yaitu menu lengkap terdiri dari nasi atau makanan pokok, lauk, sayur, buah dan agar menjadi sempurna ditambahkan dengan susu (Santoso, 2004:21).